Menentukan Sikap Trading: Kapan Trade dan No Trade

Setelah memahami kondisi pasar, langkah berikutnya bukan mencari entry, bukan mengganti strategi, dan bukan membuka indikator tambahan. Langkah berikutnya adalah “menentukan sikap”.

Bagi banyak trader pemula, bagian ini sering dilewati. Mereka merasa sudah cukup “melihat chart”, lalu langsung bertindak. Padahal, tanpa sikap yang jelas, setiap keputusan di market akan terasa ragu, reaktif, dan mudah berubah.

Jika artikel sebelumnya membahas kondisi market saat ini, maka artikel ini membahas posisi mental trader terhadap kondisi tersebut.

Apa yang Dimaksud dengan Sikap Trading?

Sikap trading bukan prediksi. Bukan juga keyakinan bahwa harga pasti naik atau turun.

Sikap adalah **cara kamu menempatkan diri terhadap market saat ini**.

Contohnya:

* Hari ini kamu memilih hanya mencari peluang beli
* Hari ini kamu memilih tidak agresif
* Hari ini kamu memilih tidak trading sama sekali

Tidak ada yang terdengar teknis, dan memang seharusnya tidak.

Sikap adalah keputusan awal sebelum detail teknis ikut berbicara.

Sikap Selalu Lahir dari Kondisi

Sikap tidak muncul dari perasaan atau keinginan, tetapi dari hasil pengamatan kondisi pasar.

Misalnya:

* Jika IHSG bergerak stabil dengan arah yang cukup jelas, sikap bisa lebih tenang dan selektif
* Jika XAUUSD bergerak cepat dan tidak konsisten, sikap mungkin defensif atau bahkan menyingkir
* Jika Bitcoin bergerak liar tanpa struktur yang mudah dibaca, sikap bisa menunggu

Trader yang tidak menentukan sikap biasanya akan berubah-ubah arah dalam satu hari, dan itu sering menjadi awal dari masalah.

Sikap Bukan Komitmen untuk Masuk Posisi

Ini bagian yang sering disalahpahami.

Menentukan sikap bukan berarti kamu *harus* membuka posisi. Sikap hanyalah batas berpikir.

Jika sikapmu hari ini adalah hanya mencari peluang beli, itu berarti:

* Kamu tidak tergoda untuk melawan arah
* Kamu tidak merasa perlu masuk hanya karena harga bergerak

Dan jika sikapmu adalah tidak trading, itu juga keputusan penuh, bukan tanda ragu atau takut.

Satu Market, Sikap Bisa Berbeda

Dua trader bisa melihat chart yang sama dan mengambil sikap berbeda, dan keduanya bisa sama-sama masuk akal.

Di pair EURUSD, misalnya:

* Trader A memilih sikap menunggu karena pergerakan terlalu sempit
* Trader B memilih sikap selektif karena sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu

Perbedaannya bukan pada siapa yang benar, tapi pada **kesesuaian sikap dengan gaya masing-masing**.

Itulah sebabnya sikap trading sangat personal, tetapi tetap harus logis.

Sikap Agresif vs Sikap Defensif

Secara umum, sikap trading bisa berada di antara dua kutub.

Sikap agresif:

* Lebih aktif
* Lebih cepat mengambil peluang
* Biasanya muncul saat kondisi pasar terasa jelas

Sikap defensif:

* Lebih selektif
* Lebih banyak menunggu
* Biasanya muncul saat kondisi pasar tidak bersahabat

Tidak ada sikap yang selalu benar. Yang berbahaya adalah **bersikap agresif di kondisi yang menuntut defensif**, atau sebaliknya.

Masalah Umum: Tidak Konsisten dalam Satu Hari

Banyak trader memulai hari dengan satu sikap, lalu mengubahnya berkali-kali.

Pagi ingin beli.
Siang tergoda jual.
Sore ingin balas rugi.

Perubahan ini jarang terjadi karena market, tetapi karena sikap awal tidak benar-benar ditetapkan.

Menentukan sikap sejak awal membantu menjaga konsistensi berpikir, meskipun hasil akhirnya tetap bisa untung atau rugi.

Sikap Bukan untuk Membenarkan Hasil

Perlu ditekankan: sikap tidak dibuat untuk membenarkan kerugian atau mencari alasan saat salah.

Sikap hanya berfungsi sebagai kerangka berpikir. Ia membantu kamu tetap berada di jalur yang sama sepanjang sesi, tanpa harus menebak-nebak arah harga.

Hasil tetap bisa beragam, dan itu wajar.


Setelah kondisi dipahami dan sikap ditentukan, barulah masuk ke tahap yang sering dianggap paling penting: setup.

Namun dengan cara berpikir trader yang sudah rapi, setup tidak lagi terasa seperti harapan kosong, melainkan izin untuk bertindak dalam kerangka yang sudah jelas.

Itulah yang akan dibahas di artikel selanjutnya: dari sikap ke keputusan.

Artikel ini merupakan lanjutan dari pembahasan tentang memahami kondisi pasar, dan akan dilanjutkan dengan artikel berikutnya yang membahas bagaimana sikap diterjemahkan menjadi keputusan trading.