Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengumumkan hasil Evaluasi Mayor Indeks PRIMBANK10 melalui Pengumuman
No. Peng-00237/BEI.POP/12-2025 tertanggal 22 Desember 2025.
Evaluasi ini akan berlaku untuk periode konstituen 2 Januari hingga 30 Juni 2026, sementara jumlah saham penghitungan indeks efektif 2 Januari hingga 31 Maret 2026.
Indeks PRIMBANK10 merepresentasikan 10 saham perbankan utama di pasar modal Indonesia yang dinilai paling mencerminkan kinerja sektor keuangan. Dalam evaluasi ini, BEI tetap menerapkan batas bobot maksimum (cap) sebesar 35% guna menjaga keseimbangan dan mencegah dominasi berlebihan oleh satu emiten.
Komposisi Terbaru Indeks PRIMBANK10
| Kode | Rasio Free Float | Jumlah Saham Indeks (Pra Evaluasi) |
Jumlah Saham Indeks (Pasca Evaluasi) |
Bobot Pra Evaluasi | Bobot Pasca Evaluasi (35% Cap) |
Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| BBCA | 42.87% | 36,091,463,714 | 35,019,008,676 | 36.23% | 35.00% | Turun |
| BBNI | 39.30% | 14,562,959,612 | 14,511,265,536 | 7.83% | 7.77% | Turun |
| BBRI | 46.58% | 67,020,807,017 | 69,890,221,117 | 31.11% | 32.30% | Naik |
| BBTN | 40.26% | – | 5,593,764,648 | 0.00% | 0.81% | Baru |
| BDMN | 7.54% | 729,556,628 | 729,556,628 | 0.22% | 0.22% | Tetap |
| BMRI | 37.36% | 35,416,919,998 | 34,520,639,999 | 22.40% | 21.74% | Turun |
| BNGA | 7.51% | – | 1,869,297,862 | 0.00% | 0.40% | Baru |
| BRIS | 9.25% | 4,224,278,682 | 4,224,278,682 | 1.18% | 1.17% | Turun |
| BTPN | 7.88% | 830,252,851 | 830,252,851 | 0.22% | 0.21% | Turun |
| PNBN | 11.84% | 2,903,425,283 | 2,822,377,286 | 0.39% | 0.38% | Turun |
*Jumlah saham untuk penghitungan indeks dapat disesuaikan apabila terjadi aksi korporasi seperti stock split, reverse stock,
right issue, saham bonus, atau dividen saham sebelum tanggal efektif.
Analisis Perubahan Utama PRIMBANK10
- BBCA (Bank Central Asia Tbk.)
- Bobot indeks turun dari 36,23% menjadi 35,00% akibat penerapan cap maksimum, meskipun tetap menjadi emiten dengan kontribusi terbesar.
- BBRI (Bank Rakyat Indonesia Tbk.)
- Mengalami peningkatan bobot dari 31,11% menjadi 32,30%, mencerminkan penguatan kapitalisasi dan likuiditas saham.
- BMRI (Bank Mandiri Tbk.)
- Bobot turun ke 21,74%, menandakan penyesuaian alokasi dalam indeks meski tetap menjadi bank sistemik utama.
- Masuknya Emiten Baru
- BBTN dan BNGA resmi masuk sebagai konstituen baru, memperluas representasi bank BUMN dan swasta nasional.
Konstituen yang Keluar dari Indeks
- BJTM – Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk.
- BNII – Bank Maybank Indonesia Tbk.
Insight Strategis untuk Investor
- Dominasi Bank Besar Tetap Kuat: BBCA, BBRI, dan BMRI masih menjadi pilar utama PRIMBANK10 dengan bobot kolektif di atas 80%.
- Diversifikasi Lebih Seimbang: Masuknya BBTN dan BNGA meningkatkan variasi profil bank dalam indeks.
- Relevan sebagai Barometer Sektor Perbankan: Evaluasi mayor ini memperkuat peran PRIMBANK10 sebagai indikator kesehatan dan arah sektor keuangan Indonesia.
Bagi investor, memahami perubahan konstituen dan bobot indeks PRIMBANK10 menjadi krusial, terutama bagi pengguna strategi
reksa dana indeks, ETF, maupun portofolio berbasis sektor perbankan.