Minggu , Mei 12 2024

Investasi Saham Adalah Pilihan? Simak Informasinya

Saham adalah istilah yang tidak asing lagi dalam dunia bisnis, khususnya investasi. Sebenarnya kata saham ini merupakan serapan utuh dari bahasa Arab. Saham artinya bagian.

Dalam konteks dunia investasi, arti saham tidak melenceng dari asal bahasanya yaitu berkaitan dengan bagian hak atau kepemilikan. Lalu seperti apa pengertian saham dalam istilah investasi? Berikut istilah-istilah dasar seputar saham yang perlu Kamu ketahui.

Pengertian Saham

Melansir dari laman Investopedia, Saham adalah sebuah instrumen keuangan sebagai bukti kepemilikan individu atau kelompok (badan) atas perusahaan penerbit atau corporation. Saham ini memberikan hak-hak tertentu kepada pemegang saham atas proporsi aset dan keuntungan sesuai jumlah saham yang dimiliki. Dalam bahasa Inggris, saham disebut juga stock atau share.

arti saham adalah

Pemilik saham ini juga disebut shareholder dan stockholder. Kedua istilah asing ini memiliki pengertian yang sama dalam bahasa Indonesia, yaitu pemegang saham. Mereka memiliki hak yang timbul atas saham yang dia miliki.

Selain pengertian saham di atas, ada beberapa istilah yang erat dengan saham:

Saham memiliki beberapa karakteristik penting yang perlu dipahami. Pertama, saham merupakan bukti kepemilikan dalam suatu perusahaan. Dengan memiliki saham, seseorang atau entitas tersebut memiliki hak atas bagian dari aset, pendapatan, dan hak suara dalam rapat pemegang saham perusahaan tersebut.

Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham. Dividen biasanya dibagikan secara periodik dan merupakan bagian dari laba yang diperoleh perusahaan. Pembagian dividen ini bergantung pada kebijakan perusahaan dan kinerja keuangan yang dapat mempengaruhi besarnya dividen yang diterima oleh pemegang saham.

Emiten adalah perusahaan yang telah mendaftarkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan terdaftar sebagai anggota bursa. Emiten bertanggung jawab untuk menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada para pemegang saham dan masyarakat umum.

Sekuritas adalah instrumen keuangan yang dapat diperdagangkan di pasar modal, termasuk di dalamnya adalah saham. Sekuritas juga mencakup instrumen seperti obligasi, surat berharga komersial, dan lain sebagainya.

Right issue adalah penawaran saham tambahan kepada pemegang saham yang sudah ada dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar saat itu. Tujuan dari right issue adalah untuk memperoleh dana tambahan untuk perusahaan dengan melibatkan pemegang saham yang sudah ada.

IHSG (Indonesia Stock Exchange Composite Index) adalah indeks pasar saham utama di Indonesia. IHSG mencerminkan kinerja keseluruhan pasar saham di Indonesia dan digunakan sebagai acuan untuk mengukur pergerakan harga saham secara umum.

Waran adalah instrumen keuangan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham di masa mendatang dengan harga dan jangka waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Waran sering kali diterbitkan bersama dengan obligasi atau saham sebagai bagian dari strategi pembiayaan perusahaan.

Saham preferen adalah jenis saham yang memberikan hak-hak istimewa kepada pemegangnya, seperti prioritas pembagian dividen atau prioritas dalam pembayaran saat likuidasi perusahaan. Saham preferen biasanya memiliki karakteristik yang lebih stabil dan lebih rendah risikonya dibandingkan dengan saham biasa.

Saham biasa adalah jenis saham yang paling umum diperdagangkan di pasar modal. Pemegang saham biasa memiliki hak suara dalam rapat pemegang saham perusahaan dan berpotensi mendapatkan dividen dan keuntungan dari kenaikan harga saham.

Saham treasury adalah saham perusahaan yang sebelumnya telah diterbitkan dan dimiliki oleh perusahaan itu sendiri. Saham treasury dapat dibeli kembali oleh perusahaan melalui program pembelian kembali saham atau dapat digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu, seperti membayar imbalan kepada karyawan dalam bentuk saham.

Perusahaan sekuritas adalah lembaga keuangan yang memiliki izin untuk beroperasi di pasar modal dan menyediakan berbagai layanan, seperti jasa perantara perdagangan saham, penjamin emisi, dan manajemen portofolio.

Saham blue chip adalah saham dari perusahaan yang diakui memiliki reputasi yang baik, pertumbuhan yang stabil, dan kapitalisasi pasar yang besar. Saham blue chip biasanya dianggap sebagai investasi yang relatif aman dan konservatif karena perusahaan-perusahaan tersebut telah terbukti memiliki kinerja yang baik dalam jangka waktu yang panjang.

Dalam rangka memahami pasar modal Indonesia dan investasi di dalamnya, penting untuk memahami konsep-konsep dasar seperti saham, dividen, emiten, sekuritas, right issue, IHSG, waran, saham preferen, saham biasa, saham treasury, perusahaan sekuritas, dan saham blue chip.

Pemegang Saham

Pemegang saham adalah pihak yang memiliki saham. Kepemilikan saham dapat diperoleh, umumnya, dengan cara membelinya di pasar saham. Cara membeli saham dapat dilakukan di jam bursa saham.

Hak pemegang saham adalah hak untuk memperoleh bagian dari keuntungan perusahaan yang bersangkutan, yang dibagikan dalam bentuk dividen, hak untuk memilih anggota dewan komisaris dan direksi perusahaan, serta hak atas informasi tentang keuangan dan operasional perusahaan.

Pemegang saham juga harus memahami risiko yang terkait dengan investasi saham. Investasi saham memiliki tingkat risiko relatif tinggi dibandingkan jenis investasi lainnya, seperti deposito, reksadana, obligas dlsb yang cenderung memiliki suku bunga telah ditentukan.

pemegang saham adalah

Karena cukup beresiko, sehingga pemegang saham harus siap untuk menanggung kerugian finansial jika harga saham turun. Sebaiknya tidak menempatkan seluruh dana yang dimiliki ke dalam investasi saham, dan selalu mempertimbangkan risiko yang terkait dengan setiap keputusan investasi yang diambil.

Bentuk Saham

Sebagai bukti kepemilikan, saham dahulu berbentuk fisik berupa seperti surat. Namun dalam perkembangannya, saat ini bentuk saham berupa catatan digital yang terdapat di pihak sekuritas atau broker saham.

Jadi bentuk saham adalah catatan digital yang biasanya diberikan melalui email yang terdaftar pada broker saham. Setiap kali melakukan pembelian atau penjualan saham, catatan-catatan digital atas kepemilikan saham ini diberikan kepada pemegang saham.

Bentuk saham yang diperdagangkan adalah dalam lot. Minimal yang dapat ditransaksikan adalah 1 lot. Saat ini, 1 lot berisi 100 lembar saham. Jadi bentuk saham yang dapat dijual dan dibeli adalah dalam satuan lot.

Jenis Saham

Saat ini, terdapat dua jenis tipe saham, yaitu common stok atau saham biasa dan preferred stock atau saham preferen. Kedua jenis saham ini sama-sama memiliki hak atas perusahaan berupa aset dan deviden. Bagi investor, deviden adalah salah satu pertimbangan dia memilih investasi saham.

Perbedaan saham biasa dengan preferen umumnya terletak pada hak pemegang saham terutama dalam hal hak suara. Namun saham preferen lebih diutamakan dalam mendapatkan prioritas deviden dan klaim aset laba.

Berdasarkan asal perusahaan, saham dibagi menjadi saham dari negara atau yang dikenal dengan saham BUMN dan dari perusahaan swasta atau non pemerintah. Biasanya saham ‘plat merah’ ini lebih disukai investor karena ada asumsi keterjaminannya.

Dari aspek kinerja dan valuasi sebuah emiten, saham terbagi menjadi 3 level. Yaitu saham lapis tertinggi biasanya diisi perusahaan blue chip. Lapis kedua diisi perusahaan yang valuasinya menengah dan potensi tumbuh. Sementara lapis ketiga berisi perusahaan denga valuasi rendah.

Pasar Saham

pasar saham adalah

Dimana kita bisa membeli saham? Tempat transaksi saham disebut pasar saham. Pasar saham adalah tempat terjadinya aksi jual dan beli saham yang memiliki keanggotaan BEI atau Bursa Efek Indonesia. Saat ini, untuk melakukan transaksi saham tidak perlu ke tempat fisiknya, melainkan cukup melalui platform yang disediakan oleh sekuritas.

Jual beli saham melalui BEI ini disebut perdagangan saham reguler. Artinya saham diperdagangkan dengan aturan, jam yang berlaku dan mengikuti harga pasar saat itu. Selain reguler dikenal dengan pasar saham tunai, yaitu perdagangan saham langsung sesuai harga kesepakatan antara penjual dan pembeli.

Saham dapat diperdagangkan di pasar saham, yang memungkinkan pemegang saham untuk menjual atau membeli saham mereka kepada orang lain. Harga saham ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar, dan dapat berfluktuasi seiring dengan perubahan kondisi ekonomi, keuangan perusahaan atau bandar (menurut istilah bandarmology).

Jual beli saham ini dilakukan setiap hari dan jam kerja bursa efek. Biasanya jam buka bursa dari jam 09.00 Wib sampai pukul 11.30 Wib untuk sesi perdagangan pertama. Kemudian jam bursa sesi kedua dimulai jam 13.00 sampai 15.15 Wib. Waktu bursa ini dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi tertentu.

Tujuan Membeli Saham

Mengapa membeli saham? Banyak alasan seseorang membeli saham. Sebagaimana diketahui bahwa saham adalah salah satu jenis investasi yang berpotensi mendatangkan keuntungan lebih banyak dari pada reksadana dan deposito. Tentu keuntungan ini ekuivalen dengan resikonya.

Resiko saham adalah fluktuasi harga pasar. Ini umumnya yang terjadi. Jika saat membeli dengan harga beli lebih tinggi daripada harga jual, tentu selisih harga adalah kerugian yang mesti ditanggung investor saham.

Emiten Saham

Emiten adalah perusahaan, badan usaha atau korporasi yang mengeluarkan surat berharga atau disebut saham. Agar dapat menerbitkan saham, perusahaan atau korporasi harus terlebih dahulu memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan dan termasuk juga mendaftar di pasar saham.

Jadi yang dimaksud dengan emiten saham adalah emiten yang menerbitkan saham untuk diperdagangkan secara publik. Setiap masyarakat dapat membeli atau menjual saham emiten tersebut di bursa efek dengan harga saham yang berlaku pada jam perdagangan.

Setiap emiten memiliki kode yang berupa huruf, sebanyak 4 digit. Kode emiten ini diberikan oleh pihak bursa. Sehingga kode emiten tidak akan sama antara emiten satu dengan yang lainnya. Contoh daftar kode emiten seperti BCA adalah BBCA, BRI berkode BBRI, Telkom berkode emiten TLKM. Begitu juga kode UNVR untuk saham Unilever. Jadi jika Kamu mau menjadi investor BRI, maka cari kode emitennya BRI yaitu BBRI.

Harga Saham

Banyak faktor yang mempengaruhi harga saham saat ini. Faktor itu bisa bersifat makro atau mikro. Namun secara umum untuk mengetahui trend harga saham dapat melihat pada IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan.

IHSG adalah barometer atau cerminan harga saham secara rata-rata di semua sektor. Cara melihat IHSG dapat langsung melalui website BEI atau melalui aplikasi broker yang dipakai oleh pengguna. Biasanya dalam aplikasi disediakan resume ihsg saham hari ini.

Jadi harga saham adalah nilai yang disepakait penjual dan pembeli saham pada saat transaksi berlangsung atau setelah selesai jam perdagangan saham. Harga ini bersifat fluktuatif.

Cara Jual dan Beli Saham

Bagaimana cara bermain saham? Untuk bermain atau bertransaksi saham, Kamu terlebih dahulu membuka rekening saham di sekuritas atau perusahaan pialang yang terdaftar di BEI. Setelah itu, Kamu dapat melakukan jual beli saham di pasar saham reguler sesuai dengan harga yang tertera di bursa saham melalui perantara atau broker saham.

Broker saham adalah bagian dari jasa sekuritas yang menjadi penengah antara pembeli dan penjual dalam transaksi. Biasanya menggunakan aplikasi online atau web. Seseorang tidak dapat menjual atau membeli saham tanpa melalui broker saham.

Pengawas Saham

Lembaga yang mengawasi saham adalah OJK, bukan bappebti. OJK dan Bappebti adalah dua lembaga pengawas perdagangan namuan keduanya berbeda dalam objek yang diawasi.

OJK mengawasi instrumen keuangan sementara Bappebti mengawasi perdagangan khususnya komoditas. Pengawasa ini bermanfaat bagi Kita sebagai seorang investor.

Jadi, untuk bermain saham yang aman pastikan sekuritas atau broker saham terdaftar di OJK. Saat ini banyak pilihannya. Masing-masing sekuritas berizin OJK ini menawarkan banyak kelebihan yang bisa dinikmati para pelanggannya.

Jadi, saham artinya bukti kepemilikan dari sebuah usaha atau perusahaan. Saham dapat diperjualbelikan di pasar saham melalui aplikasi yang disediakan oleh broker saham.

Untuk dapat membeli atau menjual saham, Kamu mesti mendaftar kemudian membuka rekening di bank yang ditunjuk oleh sekuritas, ini disebut RDN. Minimal penyetoran ke RDN dapat bervariasi sesuai kebijakan sekuritas tempat Kamu mendaftar.