Minggu , Mei 12 2024

10 Contoh Investasi Jangka Pendek dan Investasi Jangka Panjang

Pahami contoh investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang sebelum memutuskan untuk mengambil sikap. Karena hal ini bisa membantu Kamu dalam menyusun perencanaan portofolio investasi yang positif.

Terlebih untuk investasi pemula, contoh investasi berjangka ini bisa menjadi salah satu pertimbangan yang tepat dengan menghasilakan keuntungan yang maksimal sesuai dengan yang Kamu inginkan.

Untuk memilih jenis invest yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Kamu, sebaiknya pertimbangkan faktor-faktor seperti risiko, potensi keuntungan, kemampuan dalam mengelola investasi dan jangka waktunya.

Berdasarkan jangka waktu, investment umumnya dibagi menjadi investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang.

Perbedaan utama dari keduanya hanya pada durasi waktu saja. dan jika berbicara waktu, tentu bersifat relatif dan subjektif. Dalam konteks ini, investasi artinya memaksimalkan keuntungan dari pilihan jangka sesuai dengan kemampuan dan perencanaan sebelumnya.

5 Contoh Investasi Jangka Pendek

contoh investasi jangka pendek

Yang pertama dari investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang adalah mengetahui dulu definisinya. Investasi jangka pendek adalah kegiatan berinvestasi terhadap produk investasi yang memiliki durasi waktu relatif pendek. Umumnya di bawah 1 atau 3 tahun. Dalam konteks instrumen keuangan, contoh investasi jangka pendek adalah:

  1. Tabungan berjangka
  2. Deposito On Call
  3. Deposito berjangka
  4. Setifikat deposito
  5. Peer-to-peer (P2P) lending

Tabungan berjangka: Tabungan berjangka adalah salah satu jenis invest yang paling aman dan sederhana, dimana investor menyimpan uangnya di bank dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Tabungan berjangka biasanya memiliki jangka waktu yang pendek, seperti 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan.

Deposito adalah salah satu jenis investment yang paling aman, dimana investor menyimpan uangnya di bank dan menerima bunga yang telah disepakati sebelumnya. Deposito ini dibagi menjadi tiga, yaitu:

Deposito On Call adalah jenis deposito yang memiliki jangka waktu sangat pendek, umumnya kurang dari satu bulan, bisa seminggu atau dua minggu. Jenis deposito ini hanya dapat diperuntukkan dana besar.

Deposito berjangka adalah salah satu jenis investment yang mirip dengan deposito, tetapi memiliki jangka waktu yang lebih pendek dan biasanya memberikan bunga yang lebih tinggi.

Sertifikat deposito adalah surat utang yang diterbitkan oleh bank dengan jangka waktu yang pendek, seperti 3 bulan atau 6 bulan. Sertifikat deposito biasanya memberikan bunga yang lebih tinggi daripada deposito biasa.

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah untuk menarik dana dari investor. Obligasi dapat memiliki jangka waktu pendek, seperti 3 tahun atau 5 tahun.

Peer-to-peer (P2P) lending singkatnya adalah hutang piutang tanpa melalui lembaga keuangan tradisional seperti bank tetapi menggunakan platform tertentu atau biasanya dikenal dengan aplikasi pinjaman online. Contoh p2p lending adalah KoinWork, Modalku, Investree, Amartha dan lainnya yang berbau paylater.

5 Contoh Investasi Jangka Panjang

contoh investasi jangka panjangPasar Modal Syariah

Investasi jangka panjang adalah kegiatan berinvestasi terhadap produk investasi yang memiliki durasi waktu panjang. Biasanya diatas 3 tahun. Dalam konteks instrumen keuangan, contoh investasi jangka panjang adalah:

Beberapa contoh investasi jangka panjang yang dapat Kamu pertimbangkan adalah:

  1. Reksadana: Reksadana merupakan salah satu pilihan investasi yang populer di Indonesia. Reksadana adalah wadah yang mengelola dana yang dikumpulkan dari beberapa investor untuk diinvestasikan ke dalam berbagai jenis instrumen keuangan, seperti saham, obligasi, dan deposito. Reksadana dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman, sehingga memudahkan investor untuk memulai investasi dengan modal yang kecil.
  2. Saham: Investasi saham merupakan cara untuk membeli sebagian kepemilikan perusahaan dengan harapan bahwa nilai saham tersebut akan naik di masa depan. Investasi saham dapat memberikan keuntungan sesuai tujuan investor tentu dengan manajemen risiko yang baik.
  3. Obligasi: Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah untuk menarik dana dari investor. Obligasi memiliki jatuh tempo yang telah ditentukan, dan pemegang obligasi akan menerima bunga yang ditentukan sesuai dengan tingkat bunga yang disepakati. Obligasi memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan saham, tetapi juga memberikan keuntungan yang lebih rendah.
  4. Real estate: Investasi real estate merupakan cara untuk membeli properti, seperti rumah atau tanah, dengan harapan bahwa nilainya akan naik di masa depan. Investasi real estate dapat memberikan keuntungan yang tinggi, tetapi juga memiliki risiko yang tinggi karena harga properti dapat naik atau turun sesuai dengan kondisi pasar.
  5. Asuransi unit link: Asuransi unit link adalah salah satu jenis asuransi yang menggabungkan manfaat asuransi dengan fitur investasi. Dengan asuransi unit link, Kamu dapat membeli polis asuransi sambil mengalokasikan sebagian premi asuransi ke dalam reksadana atau produk investasi lainnya.

Sebagai tambahan, investasi saham adalah jenis yang memiliki jangka fleksibel, bisa dalam waktu pendek(short term investment) bisa juga bisa jangka panjang (long term investment). Semua tentu tergantung relatifitas waktu.

Demikian contoh investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang yang bisa menjadi bahan pertimbanganmu. Semoga bisa tercerahkan. (www.idxstock.com)