Jumat , Juli 19 2024

Pengertian dan Contoh Investasi Jangka Pendek

Apa itu Investasi jangka pendek dan seperti apa Contoh investasi jangka pendek? Investasi adalah cara memaksimalkan keuntungan. jangka pendek adalah menggunakan durasi waktu yang relatif singkat. Umumnya lama waktu untuk investi dengan jangka yang pendek ini adalah tidak lebih dari  satu (1) tahun atau dua belas bulan. Bahkan dalam beberapa produk investasi jangka pendek ini ada yang dalam hitungan minggu.

Investor dapat memilih sendiri jangka waktu investasinya sesuai dengan yang dia rencanakan. Tentu pendek atau panjangnya jangka investasi berdampak kepada keuntungan dan resiko yang diterima oleh si investor. Namun ada beberapa garis besar keuntungan yang akan didapatkan seorang investor dalam investasi jangka pendek, seperti dan tidak terbatas pada:

4 Keuntungan Investasi Jangka Pendek

  1. Kemudahan dalam pendanaan juga penarikan dana. Kemudahan ini karena  waktu investasinya singkat.
  2. Fleksibilitas dalam menentukan jenis investasi yang pas dengan kemampuan finansial dan kebutuhan.
  3. Potensi profit atau keuntungan yang lebih besar daripada tabungan atau deposito.
  4. Diversifikasi portofolio. Artinya penyebaran bentuk investasi dengan tujuan meminimalisir risiko

Setelah mengetahui keuntungannya berivestasi dengan jenis ini, apa saja contoh investasi dengan waktu yang relatif singkat?

Contoh Investasi Jangka Pendek

Setidaknya ada empat contoh berinvestasi dengan waktu yang pendek. Ke-4 contoh itu adalah:

  • Deposito
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap
  • Obligasi
  • Saham Blue Chip

Penjelasan dan contoh investasi jangka pendek Kami uraikan di bawah:

Deposito

Apa itu Deposito? Deposito adalah jenis investasi jangka pendek yang paling populer di Indonesia. Dalam hal ini, investor menyimpan uangnya pada bank dengan jangka waktu tertentu dan akan memperoleh bunga pada akhir jangka waktu. Bahkan untuk saat ini sudah banyak platform investasi yang membuka deposito online.

Contoh Investasi Jangka Pendek
Deposito adalah Contoh Investasi Jangka Pendek

Contoh deposit misalnya, investor menyimpan uang sebesar Rp 10.000.000 pada bank dengan suku bunga 5% p.a. dan jangka waktu 6 bulan, maka investor akan memperoleh bunga sebesar Rp 250.000.

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Apa itu Reksadana? Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang berinvestasi pada obligasi atau surat utang yang memiliki tingkat risiko rendah dan tingkat imbal hasil yang stabil.

contoh investasi jangka pendek adalah reksadana
Reksadana adalah Contoh Investasi Jangka Pendek

Misalnya, investor membeli reksa dana pendapatan tetap sebesar Rp 10.000.000 dengan tingkat imbal hasil 7% p.a., maka investor akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 700.000 setahun.

Obligasi

Apa itu Obligasi? Pengertian obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan untuk memperoleh dana dari masyarakat. Investor akan memperoleh bunga pada saat jatuh tempo obligasi.

contoh obligasi sebagai contoh investasi jangka pendek
Obligasi adalah Contoh Investasi Jangka Pendek

Contoh obligasi, misalnya investor membeli obligasi pemerintah sebesar Rp 10.000.000 dengan suku bunga 8% p.a. dan jangka waktu 2 tahun, maka investor akan memperoleh bunga sebesar Rp 1.600.000 setahun.

Saham Blue Chip

Saham blue chip adalah jenis saham yang diterbitkan oleh perusahaan besar dan stabil, seperti Bank, Telekomunikasi, dan Tambang. Keuntungan dari berinvestasi pada saham blue chip adalah potensi keuntungan yang tinggi dan stabil, namun juga memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis investasi lainnya.

contoh investasi jangka pendek saham blue chip
Saham Blue Chip adalah Contoh Investasi Jangka Pendek

Saham blue chip berisi daftar-daftar perusahaan dengan kapitalisasi yang besar dan cenderung stabil. Komposisi blue chip ini bisa berubah-ubah, tentu sesuai dengan kinerja emiten perusahaan tersebut.

Misalnya, investor membeli saham Bank X sebesar Rp 10.000.000 dengan harga Rp 10.000 per saham, maka investor memiliki 1.000 saham. Apabila harga saham naik menjadi Rp 11.000 per saham, maka keuntungan investor adalah Rp 1.000.000.

Ketiga contoh investasi jangka pendek tersebut hanyalah sebagian dari jenis investasi yang tersedia. Investor harus memahami risiko dan keuntungan masing-masing jenis investasi sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Cara Memilih Investasi Jangka Pendek yang Tepat

Ada lima langkah untuk memilih investasi dengan jangka pendek yang baik dan tepat bagi investor pemula yaitu:

A. Tentukan Tujuan Investasi Pertama, investor harus menentukan tujuan investasi jangka pendek, apakah untuk memenuhi kebutuhan dana dalam waktu dekat atau hanya sebagai cadangan dana. Ini akan membantu investor untuk memilih jenis investasi yang sesuai.

B. Kenali Risiko dan Imbal Hasil Kedua, investor harus memahami risiko dan imbal hasil masing-masing jenis investasi. Misalnya, investasi deposito memiliki risiko rendah namun imbal hasil yang lebih rendah dibandingkan dengan saham blue chip. Sebaliknya, saham blue chip memiliki risiko tinggi namun potensi imbal hasil yang tinggi.

C. Analisis Pertimbangan Keuangan Ketiga, investor harus melakukan analisis pertimbangan keuangan, seperti tingkat inflasi, suku bunga bank, dan prospek ekonomi. Hal ini akan membantu investor memahami tingkat risiko dan potensi imbal hasil masing-masing jenis investasi.

D. Pertimbangkan Profil Risiko Keempat, investor harus mempertimbangkan profil risiko, seperti usia, tingkat pendapatan, dan tujuan keuangan. Misalnya, investor yang memiliki usia yang lebih muda dan memiliki tingkat pendapatan yang tinggi mungkin lebih memiliki profil risiko yang tinggi dan lebih cocok untuk berinvestasi pada saham blue chip.

E. Diversifikasi Portofolio Kelima, investor harus melakukan diversifikasi portofolio, yaitu dengan membeli beberapa jenis investasi sehingga risiko dapat ditekan. Misalnya, investor dapat membeli deposito sebesar 50% dari portofolio dan saham blue chip sebesar 50% dari portofolio.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, investor dapat memilih jenis investasi jangka pendek yang sesuai dan meminimalisir risiko. Namun, investor harus memahami bahwa tidak ada jenis investasi yang tanpa risiko. Oleh karena itu, investor harus memastikan bahwa dana yang diinvestasikan tidak akan dibutuhkan dalam waktu dekat.

Bagaimana Cara Berinvestasi dengan Baik dalam Jangka Pendek

Tips untuk berinvestasi yang baik dengan waktu yang singkat:

  1. Rencanakan
  2. Cari informasi
  3. Pilih yang tepat
  4. Manajemen dan pantau
  5. Diversifikasi

A. Buat Rencana Keuangan Pertama, buatlah rencana keuangan yang jelas, termasuk tujuan investasi jangka pendek dan jumlah dana yang akan diinvestasikan.

B. Cari Informasi dan Analisis Kedua, carilah informasi dan analisis tentang jenis investasi jangka pendek yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko.

C. Pilih Jenis Investasi yang Tepat Ketiga, pilihlah jenis investasi jangka pendek yang tepat sesuai dengan tujuan dan profil risiko, seperti deposito, saham blue chip, atau reksadana pendapatan tetap.

D. Beli dan Manajemen Investasi Keempat, lakukan pembelian investasi jangka pendek dan lakukan manajemen investasi secara bijak, seperti memantau perkembangan investasi dan mempertimbangkan untuk menjual jika situasi memburuk.

E. Diversifikasi Portofolio Kelima, lakukan diversifikasi portofolio dengan membeli beberapa jenis investasi jangka pendek sehingga risiko dapat ditekan.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, investor dapat berinvestasi dengan baik dalam jangka pendek dan memperoleh imbal hasil yang optimal. Namun, investor harus memahami bahwa tidak ada jaminan bahwa investasi akan memberikan imbal hasil yang tinggi dan harus siap untuk menanggung risiko. Oleh karena itu, selalu konsultasikan dengan ahli keuangan sebelum berinvestasi.

Kesimpulan

Berinvestasi dalam jangka waktu yang pendek merupakan pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin meraih keuntungan dengan cepat. Meski dengan durasi singkat, keuntungan yang didapatkan bisa maksimal apabila memahami dengan baik jenis investasi jangka pendek ini.

Namun, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, sangat penting untuk mempersiapkan rencana keuangan yang jelas dan memahami risiko yang terkait sebagaimana dijelaskan di atas. Selamat berinvestasi.